Senin, 26 Agustus 2019

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH


MATERI KELOMPOK 11
A.    PENGERTIAN DISIPLIN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
a)      Disiplin disekolah

   Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Disiplin akan membuat seseorang tahu dan dapat membedakan hal-hal apa yang seharusnya dilakukan, yang wajib dilakukan, yang boleh dilakukan, yang tak sepatutnya dilakukan (karena merupakan hal-hal yang dilarang).
    Suratman memberikan pengertian disiplin sebagai suatu ketaatan yang sungguh-sungguh dan didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta sikap dan perilaku sesuai dengan aturan atau tata kelakuan yang semestinya di dalam suatu lingkungan tertentu (Suratman, 1999: 32). Perilaku disiplin seperti tepat waktu, tertib, jujur, tepat janji dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari (Muhamad, 2003: 13).

Bentuk-bentuk Kedisiplinan di Sekolah
   Kedisiplinan siswa jelas akan mempengaruhi perilaku lainnya di lingkungan manapun baik di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, kedisiplinan anak (siswa) mencakup:

    1.  Kedisiplinan di rumah dan lingkungan masyarakat, seperti ketaqwaan terhadap tuhan yang maha Esa, melakukan kegiatan secara teratur, melakukan tugas-tugas pekerjaan rumah tangga (membantu orang tua), menyiapkan dan membenahi keperluan belajarnya, mematuhi tata tertib di rumah, dan mempunyai kepedulian terhadap lingkungan.

    2.  Kedisiplinan di lingkungan sekolah di mana anak sedang melakukan kegiatan belajarnya. Di lingkungan sekolah kedisiplinan ini diwujudkan dalam pelaksanaan Tata Tertib Sekolah.
    Dalam Tata Tertib Sekolah antara lain disebutkan oleh Soemarmo (1998:67), bahwa sekolah adalah sumber disiplin dan tempat berdisiplin untuk mencapai ilmu pengetahuan yang dicita-citakan. Di dalam.
    Dalam tata tertib sekolah disebutkan bahwa siswa mempunyai kewajiban:

    1.  harus bersikap sopan dan santun, menghormati Ibu dan Bapak Guru, pegawai dan petugas sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah.

    2.  harus bersikap sopan dan santun, menghormati sesama pelajar, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

    3.  Menggunakan atribut sekolah sekolah.

    4.  Hadir tepat waktu.

    5.  patuh kepada nasihat dan petunjuk orang tua dan guru.

    6.  tidak dibenarkan untuk meninggalkan kelas sekolah kecuali mendapat ijin khusus dari guru kelas dan Kepala Sekolah, dan sebagainya. Kedisiplinan di lingkungan masyarakat, bisa berupa ketaatan terhadap rambu-rambu lalu lintas, kehati-hatian dalam menggunakan milik orang lain, dan kesopanan dalam bertamu.

b)      Disiplin Masyarakat

     Disiplin dimasyarakat memang harus dilaksanakan. Karena dimasyarakatlah mulainya proses interaksi antara seseorang dengan orang lain. Jika kita tidak disiplin dirumah maka kita juga akan tidak disiplin dimasyarakat. Disinilah orang akan menilai perilaku kita. Dengan mengikuti segala aturan yang ada didalam masyarakat berarti kita sudah disiplin dimasyarakat. Mampu untuk hidup disiplin dimasyarakat berarti kita bisa mengendalikan diri untuk tidak berbuat sesuka hati. Di masyarakat biasanya tidak ada aturan tertulis.
      Aturan masyarakat berbentuk norma sopan santun. Baik dan buruk menurut kebiasaan masyarakat. Contoh aturan di masyarakat:

1.  jangan membunyikan  radio atau tv keras keras pada malam hari,
2.  jangan bermain di jalan umum,
3.  jangan bermain layang layang di jalan. Aturan-aturan tersebut tidak tertulis namun apabila melanggar kita sendiri yang rugi.

     Berikut ini contoh sikap disiplin di masyarakat:
1.  Menjaga kebersihan lingkungan,
2.  Menjaga keamanan lingkungan,
3.  Tidak mengganggu tetangga,
4.  Berjalan di sebelah kiri
5. Membuang sampah pada tempatnya Agar kegiatan sehari hari berjalan dengan lancar harus dibuat jadwal tujuan pembuatan jadwal adalah untuk menciptakan hidup yang tertib dan teratur.

B.     MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

     Adatiga faktor yang menyebabkan sekolah harus berhubungan dengan masyarakat :
a)      Faktor perubahan sifat, tujuan dan metode mengajar di sekolah.
b)      Faktor masyarakat, yang menuntut adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan di sekolah dan perlunya bantuan masyarakat terhadap sekolah
c)      Faktor perkembangan ide demokrasi bagi masyarakat terhadap pendidikan.

     Pengertian di atas memberikan isyarat kepada kita bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat lebih banyak menekankan pada pemenuhan akan kebutuhan masyarakat yang terkait dengan sekolah. Di sisi lain pengertian tersebut di atas menggambarkan bahwa pelaksanaan hubungan masyarakat tidak menunggu adanya permintaan masyarakat, tetapi sekolah berusaha secara aktif serta mengambil inisiatif untuk melakukan berbagai aktivitas agar tercipta hubungan dan kerjasama harmonis.

Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

a. Sekolah sebagai partner masyarakat di dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Dalam konteks ini, berarti keduanya, yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.

b. Sekolah sebagai prosedur yang melayani kesan pesan pendidikan dari masyarakat lingkungannya. Berdasarkan hal ini, berarti antara masyarakat dengan sekolah memiliki ikatan hubungan rasional berdasarkan kepentingan di kedua belah pihak.

c. Masyarakat  berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.

d. Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.

e. Masyarakat yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung museum, perpustakaan, panggung-panggung kesenian, dan sebagainya.

e. Masyarakat yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah.
f. Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar seperti aspek alami, industri, perumahan, transportasi, perkebunan, pertambangan dan


C.    CONTOH HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKA

     Arti menejemen adalah proses perencanan, mengelola, pengorganisasian, pengarahan  suatu lembaga. Maksud dari pengertian ini bahwa suatu lembaga memerlukan manajemen untuk mengatur atau merencanakan suatu kegiatan yang akan di selenggarakan disekolah dengan membentuk suatu organizing (membagi tugas) dengan ini kegiatan yang sudah direncanakan akan berjalan dengan lancar sesuai harapan. Hubungan masyarakat dan sekolah sebagai komunikasi antara sekolah dan masayarakat untuk menanamkan pengertian dan juga karya pendidikan untuk memajukan sekolah.
     Suatu hubungan yang dijalin oleh sekolah dan masyarakat itu sangat penting karena untuk menjalin silahturahmi antara sekolah dengan masyarakat. Tujuan hubungan masyarakat dengan sekolah untuk menyampaikan informasi tentang dunia pendidikan dan juga untuk melayani masyarakat dalam memahami dunia pendidikan. Hubungan yang dijalin antara sekolah dan masyarakat yaitu antara wali murid dan juga masyarakat sekitar sekolah ataupun masyarakat yang masih ada hubungan dengan sekolah.

     Dalam hubungan ini antara masyarakat dan sekolah sama-sama saling menguntungkan. Misalnya sekolah mendapatkan kritik dan saran dari masyarakat jika memang sekolah tersebut ada kekurangan dan sekolah bisa menerima dan memperbaikinya atau sekolah meminta bantuan dan dukungan saat ada kegiatan-kegiatan tertentu. Misalnya masyarakat , masyarakat mengetahui program sekolah apa saja kegiatan-kegatan yang diadakan sekolah dan masyarakat bisa membantunya atau menyalurkan infaq, sodaqoh. Bisa juga saling mengutarakan suatu pendapat antara masyarat dan sekolah dan menyelesaikan masalah.

      Peran Hubungan antara keduanya sangat penting, karena sekolah adalah lembaga sosial yang membantu masyarakt dalam mengenal dunia pendidikan atau mendidik generasi muda akan tau mengenal dunia dan bisa hidup dimasyarakat dengan memahami, menerima semua yang ada dimasyarakat,  jika tidak ada sekolah maka generasi-generasi muda tidak bisa memahami dan menerima apa yang terjadi dimasyarakat.



2 komentar: