Selasa, 27 Agustus 2019

PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS


MATERI KELOMPOK 8
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS

A.    Pengertian Disiplin Kelas
       Kata disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang merujuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawa pengawasan seorang impinan. Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian disiplin sebagai suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.

       Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.

B.     Nilai-nilai Penuntut Sikap Disiplin

       Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi :

a.        Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan
Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindakan-tindakan disiplin yang penuh ketulusan unuk berkorban. Contoh : kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan  Romadhon bagi umat islam, tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat hindu, dan sebagainya.

b.        Nilai-nilai tradisional
Nila-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh : pantanagan makan kaki ayam  kalau tulisannya ingin baik; pantangan menduduki bantal; sialnya angka 13; pantangan menanam bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya.

c.        Nilai-nilai kekuasaan
Nilai ini bersumber dar penguasa yang melahirkan tindak-taduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. Contoh : harus membayar upeti; harus jongkok bila peguasa datang, dan sebagainya.

d.       Nilai-nilai subjektif
Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yan melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik. Contoh:  menurut pendapat saya hal ini tidak benar karena Pak Kiai tidak mengatakannya; katanya hal tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan hal seperti itu, dan sebagainya.

e.        Nilai rasional
Nilai yang memberikan penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh: Jika ingin berhasil dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar; jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas dan sebagainya.

         Kaitannya dengan disiplin sekolah atau kelas, maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak tanduk yang mencerminkan kepatuhan dari berbagai nilai yang disepakati oleh semua, baik siswa, guru dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah atau kelas.

C.     PERATURAN DAN TATA TERTIB KELAS
1.      Siswa wajib hadir tepat waktu
Dorong murid untuk datang lebih awal, agar dapat mempersiapkan kegiatan belajar lebih efektif. Peraturan ini juga dapat membangun murid untuk lebih disiplin, menghargai waktu dan menghargai orang sekitarnya. Jelaskan kepada murid maksud dan tujuan mengapa kita membuat tata tertib ini.
2.      Berdo’a bersama
PBerdo’a bersama merupakan kegiatan wajib yang perlu dilakukan oleh guru dan murid. Dengan berdo’a kita akan mendorong murid untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
3.      Piket kelas
Adanya piket kelas dimaksudkan agar anak belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka miliki. Mengajarkan mereka untuk membersihkan dan merapihkan lingkungan sekitar, sehingga tertanam sifat peduli.
4.      Sopan santun dan menghargai
Hal ini sangat penting bagi murid, untuk sopan santun kepada sesame dan yang lebih tua tidak terbatas hanya kepada guru namun orang-orang disekitarnya. Murid juga perlu diarahkan agar saling menghargai satu sama lain sehingga kegiatan Bullying pun akan terhindar.
5.      No phone
Tata terib ini sangat wajib kita terapkan didalam kelas. Tentu telfon genggam adalah hal tersulit untuk dilarang terutama bagi murid yang mulai beranjak remaja. Perkembangan teknologi ini membiasakan murid untuk menggunakan smartphone. Namun sebagai guru kita harus mewajibkan murid untuk mematikan atau mode airplane pada smartohonenya agar tidak mengganggu ketika kegiatan belajar mengajar. Hal inipun akan membantu murid untuk lebih berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar.





           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar