MATERI KELOMPOK 8
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS
A. Pengertian
Disiplin Kelas
Kata disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang
merujuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan
istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawa pengawasan
seorang impinan. Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu
pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang
berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi,
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT TigaSerangkai, 2000).
Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian disiplin sebagai
suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu
organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa
senang.
Dari
beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin
adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara
sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di
mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu
pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.
B.
Nilai-nilai Penuntut Sikap Disiplin
Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya
adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat
diklasifikasikan menjadi :
a.
Nilai-nilai
keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan
Nilai
ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindakan-tindakan disiplin yang
penuh ketulusan unuk berkorban. Contoh : kewajiban sholat lima waktu dan puasa
selama satu bulan pada bulan Romadhon
bagi umat islam, tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu
hari pada hari Raya Nyepi bagi umat hindu, dan sebagainya.
b.
Nilai-nilai
tradisional
Nila-nilai
ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan
mengandung misteri. Contoh : pantanagan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik; pantangan
menduduki bantal; sialnya angka 13; pantangan menanam bunga Baugenvill di depan
rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya.
c.
Nilai-nilai
kekuasaan
Nilai
ini bersumber dar penguasa yang melahirkan tindak-taduk disiplin demi
terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai ini biasanya
diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. Contoh : harus membayar upeti;
harus jongkok bila peguasa datang, dan sebagainya.
d. Nilai-nilai subjektif
Pengakuan
dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yan melahirkan tindak-tanduk yang
egosentrik. Contoh: menurut pendapat
saya hal ini tidak benar karena Pak Kiai tidak mengatakannya; katanya hal
tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan hal seperti itu, dan sebagainya.
e.
Nilai
rasional
Nilai
yang memberikan penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk
disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh: Jika ingin berhasil
dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar; jika ingin selamat maka
semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas dan sebagainya.
Kaitannya dengan disiplin sekolah atau kelas,
maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak tanduk yang mencerminkan
kepatuhan dari berbagai nilai yang disepakati oleh semua, baik siswa, guru dan
karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah atau kelas.
C. PERATURAN DAN TATA TERTIB KELAS
1. Siswa wajib hadir tepat waktu
Dorong murid untuk datang lebih awal, agar dapat
mempersiapkan kegiatan belajar lebih efektif. Peraturan ini juga dapat
membangun murid untuk lebih disiplin, menghargai waktu dan menghargai orang
sekitarnya. Jelaskan kepada murid maksud dan tujuan mengapa kita membuat tata
tertib ini.
2. Berdo’a bersama
PBerdo’a bersama merupakan kegiatan wajib yang perlu dilakukan
oleh guru dan murid. Dengan berdo’a kita akan mendorong murid untuk lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan.
3. Piket kelas
Adanya piket kelas dimaksudkan agar anak belajar untuk
bertanggung jawab atas apa yang mereka miliki. Mengajarkan mereka untuk
membersihkan dan merapihkan lingkungan sekitar, sehingga tertanam sifat peduli.
4. Sopan santun dan menghargai
Hal ini sangat penting bagi murid, untuk sopan santun kepada
sesame dan yang lebih tua tidak terbatas hanya kepada guru namun orang-orang
disekitarnya. Murid juga perlu diarahkan agar saling menghargai satu sama lain
sehingga kegiatan Bullying pun akan terhindar.
5. No phone
Tata terib ini sangat wajib kita terapkan didalam kelas.
Tentu telfon genggam adalah hal tersulit untuk dilarang terutama bagi murid
yang mulai beranjak remaja. Perkembangan teknologi ini membiasakan murid untuk
menggunakan smartphone. Namun sebagai guru kita harus mewajibkan murid untuk
mematikan atau mode airplane pada smartohonenya agar tidak mengganggu ketika
kegiatan belajar mengajar. Hal inipun akan membantu murid untuk lebih
berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar