Selasa, 27 Agustus 2019

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS


MATERI KELOMPOK 4
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS

A.    PENGERTIAN PRINSIP MANAJEMEN KELAS
           Manajemen kelas merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul dikelas.
a)      Prinsip Dasar Manajemen Kelas 
          Pengelolaan kelas mengandung pengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif.
          Sedangkan prinsip dasar pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.

         Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif. Sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah: 

1.      Setiap anak harus bekerja, tidak macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena
tidak tahu akan tugas yang harus diselesaikan atau tidak dapat melakukan tujuan yang diberikan kepadanya. 

2.      Setiap anak terus melakukan pekerjaaan tanpa membuang waktu, artinya setiap
anak bekerja secepatnya agar cepat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Pengelolaan kelas sangat dibutuhkan untuk kelangsungan belajar mengajar yang optimal dan menghindari terjadinya gangguan dalam pengelolaan kelas. Jadi, berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memilihara kondisi belajar yang optimal. Sedangkan prinsip dari pengelolaan kelas yaitu cara atau pegagangan yang harus dimiliki guru dalam menciptakan suasana belajar dan mengembalikan suasana belajar apabila ada gangguan. 

b)     Macam-Macam Prinsip Dalam Manajemen Kelas Prinsip-prinsip pengelolaan
kelas adalah sebagai berikut :

1.      Hangat dan antusias Hangat dan antusias merupakan salah satu peinsip yang
diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas..
2.      Tantangan Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang
menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. 

3.      Bervariasi Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara
guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa. Penggunaan media dapat membuat pelajaran menjadi menarik, menghilangkan kejenuhana dan membantu siswa dan keterampilan. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan. 

4.      Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya
dapat mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Sikap dan tingkah laku, menonton dalam mengajar dapat menciptakan suasana belajar kondusif dan menarik, sehingga anak didik akan focus dan kosentrasi dalam belajar. 

5.      Penekanan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik
guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yangpositif dari pada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. 

6.      Penanaman disiplin diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik
dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. Untuk itu seorang guru dapat mendorong anak didik untuk dapat melaksanakan disiplin. Dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. 

7.      Stabilitas emosi yang stabil guru harus bisa menjaga emosi nya dan sabar dalam
melatih perseta didik. 

8.      Optiisme dan percaya diri diharapkan guru punya rasa kepercayaan diri yang kuat
dalam mengajar. 9. Kesederhanaan ( penampilan dan pakaian).

9.      Adil seorang guru harus menyamakan peserta didik tanpa bembedakan gender nya
yang kaya maupun siswa yang miskin, yang pintar mapun yang bodoh, adil dalam memberikan nilai. 

10.  Humoris seorang guru harus bisa membawa suasana belajar yang santai tidak
kaku, kadang-kadang ada suatu cerita yang membuat anak didik tertawa. Jadi dapat penulis simpulkan bahwa dalam pengelolaan kelas guru harus bisa menjalankan prinsip yang terdapat diatas agar tujuan dari manajemen kelas dapat terlaksana dengan baik.  
c)      Strategi untuk Mengimplementasikan Prinsip-prinsip Manajemen kelas dalam Pembelajaran. 

Strategi pengelolaan kelas adalah pola atau siasat yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenagkan dengan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Prinsip-prinsip pengelolaan kelas di atas dapat diimplikasikan guru dalam proses belajar mengajar dengan cara-cara sebagai berikut: 

1.      Keteladanan Keteladanan merupakan pemberian contoh dari seseorang pada orang
lain. Seorang guru dalam mengadakan pendekatan kepada anak didiknya dapat dilakukan dengan memberikan keteladanan kepada anak didiknya dengan sikap dan tingkah laku yang baik. Dengan sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh guru pada anak didiknya akan menimbulkan semangat bagi anak didik dalam pembelajaran. 

2.      Pembiasaan Pembiasaan adalah menerapkan sesuatu secara kontiniu agar menjadi
sebuah kebiasaan. 

3.      Melalui cerita atau contoh Pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh anak
didik ketika seorang guru dapat menerangkan pelajaran dengan memberikan contoh yang sesuai dengan materi pelajaran. Jadi guru diharapkan mampu membawa peserta didik mengikuti jalan cerita dengan berusaha membuat peserta didik memiliki pandangan yang rasional terhadap sesuatu. 

4.      Terapan melaui kurikulum Dalam menerapkan kurikulum pada setiap mata
pelajaran dapat diterapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas.


B.     PERMASALAHAN DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS

a.       Masalah Perorangan Masalah perorangan muncul karena dalam individu ada
        kebutuhan ingin diterima kelompok dan ingin mencapai harga diri. Apabila kebutuhan itu tidak dapat lagi melalui cara lazim yang dapat diterima masyarakat, maka individu yang bersangkutan dakan berusaha mencapainya dengan cara lain. Dengan perkataan lain individu akan berbuat tidak baik.

        Dalam konteks ini (Dreikurs dan Casse dalam T. Raka Joni, 1989) dikutip dari (Mulyadi, 2009:12) membedakan empat kelompok masalah manajemen kelas yang bersifatindividual,yaitu:

1)      Attention-getting behaviors, yaitu tingkah laku menarik perhatian orang lain.
2) Power-seeking behaviors, yaitu tingkah laku mencari kekuasaan.
3) Revenge-seeking behaviors, yaitu tingkah laku menuntut balas.
4) Perangkat ketidakmampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.

b.      Masalah Kelompok Louis VJohnson dan Mary A. Bany (dalam T.Raka Joni, 1989)
dikutip dari (Mulyadi, 2009:15-16) mengemukakan tujuh kategori masalah kelompok dalam manajemen kelas. masalah-masalah yang dimaksud adalah :

1) Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkat sosial ekonomi,dan sebagainya.

2) Penyebalan terhadap norma-norma tingkah laku yang disepakati sebelumnya, misalnya sengaja berbicara keras-keras diruang baca perpustakaan.

3) Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya, misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara, menyanyi dengan suara sumbang.

4) Membimbing anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pembinaansemangatkepadabadutkelas.

5) Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah dikerjakan.

6) Semangat kerja rendah atau melakukan semacam aksi protes kepada guru karena menganggap yang diberikan kurang fair.

7) Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, seperti gangguan jadwal, guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain dan sebagainya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar