MATERI KELOMPOK 7
PRINSIP-PRINSIP
DISIPLIN KELAS
A.
Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin adalah
pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa
ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikantugas dan
kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Sikap disiplin yang dilakukan
seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai
tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Nilai-nilai
keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan
b. Nilai-nilai
tradisional
c. Nilai-nilai
kekuasaan
d. Nilai-nilai
subjektif
e. Nilai-nilai
rasional
Jadi,disiplin kelas dapat diartikan
dimana tercipta keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung atas
guru dan siswa yang taat pada tata tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD
dan Dirjen Dikdasmen, 1996;10)
B.
Sumber Pelanggaran Disiplin
Terdapat beberapa faktor
atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat
mengganggu terpeliharanya disiplin. Menurut Ekosiswoyo dan Rachman
(2000:100-105), contoh-contoh sumber pelanggaran disiplin antara lain:
a) Dari sekolah,
contohnya:
1. Tipe
kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekaN kehendaknya
tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa
menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu akan menjadikan
siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak
manusiawi yang mereka terima.
2. Guru yang membiarkan siswa berbuat
salah, lebih mementingkan mata pelajaran daripada siswanya.
3. Lingkungan sekolah seperti: hari-hari
pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian
pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang
kurang cermat, suasana yang gaduh,
4. Sekolah/guru
kurang melibatkan dan mengikut sertakan peserta didik dalam keikutsertaannya
dalam bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya.
5. Sekolah/guru
kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalamkeluarga ke
dalam subsistem kehidupan sekolah.
6. Sekolah kurang mengadakan kerja sama
dengan orang tua dan antara keduanya juga saling melepaskan tanggung jawab.
b) Dari keluarga,
contohnya:
1. Lingkungan
rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian,ketidak teraturan, pertengkaran,
masa bodoh, tekanan, dan sibuk urusannya masing-masing.
2. Lingkungan
atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising,
dan lingkungan minuman keras.
C.
Bentuk-bentuk
disiplin kelas
a.
Kelakuan
adalah perbuatan / tingkah laku seseorang dalam kehidupannya
Misal : Perkelahian, Merokok, Meninggalkan kelas/ sekolah,
dan lain-lain.
b.
Kerajinan
adalah suka dan giat serta selalu berusaha melakukan sesuatu..
Misal : Presensi, Tepat Waktu, Upacara, Mengerjakan PR, dan
lain-lain.
c.
Kerapian
adalah baik, teratur, semua serba siap dan sedia.
Misal : Seragam, Kelengkapan Sekolah, Cara Berpakaian,dan
lain-lain.
Disiplin
itu lahir, tumbuh danberkembang dari sikap seseorang di dalam sistem nilai
budaya yang telah ada di dalam masyarakat. Terdapat unsur pokok yang membentuk
disiplin yakni sikap yang telah ada pada diri manusia dan sistem nilai budaya
yang ada di dalam masyarakat. Sikap/attitude tadi merupakan unsur yang hidup
didalam jiwa manusia yang harus mampu bereaksi terhadap lingkungannya, dapat
berupa tingkah laku / pemikiran. Sedangkan sistem budaya nilai (cultural value
system) merupakan bagian dari budaya yang berfungsi sebagai pedoman bagi
kelakuan manusia.
1.
Sikap
mental (mental attitude) yang merupakan sikap taat dan tertib sebagaihasil/
pengembangan dari latihan, pengendalian pikiran dan pengendalian watak.
2.
Pemahaman
yang baik mengenai sistem aturan perilaku, norma, etika dan standar yang
sedemikian rupa sehingga pemahaman tersebut menumbuhkan pengertian yang
mendalam bahwa ketaatan akan aturan tadi merupakan syarat mutlak mencapai
sukses.
3.
Sikap kelakuan yang wajar menunjukkan
kesungguhan hati untuk mentaati segala hal secara cermat dan tertib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar