Selasa, 27 Agustus 2019

PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS


MATERI KELOMPOK 7
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS

A.    Pengertian Disiplin Kelas
      Disiplin adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikantugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Sikap disiplin yang dilakukan seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi:

a. Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan 
b. Nilai-nilai tradisional
c. Nilai-nilai kekuasaan
d. Nilai-nilai subjektif 
e. Nilai-nilai rasional

       Jadi,disiplin kelas dapat diartikan dimana tercipta keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung atas guru dan siswa yang taat pada tata tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996;10)

B.     Sumber Pelanggaran Disiplin
       Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya disiplin. Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000:100-105), contoh-contoh sumber pelanggaran disiplin antara lain:

a)      Dari sekolah, contohnya:
1.   Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekaN kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh, apatis atau sebaliknya. Hal itu akan menjadikan siswa agresif, yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
2.  Guru yang membiarkan siswa berbuat salah, lebih mementingkan mata pelajaran daripada siswanya.

3.  Lingkungan sekolah seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, suasana yang gaduh,

4. Sekolah/guru kurang melibatkan dan mengikut sertakan peserta didik dalam keikutsertaannya dalam bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya.

5. Sekolah/guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalamkeluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah.

6.  Sekolah kurang mengadakan kerja sama dengan orang tua dan antara keduanya juga saling melepaskan tanggung jawab.

b)      Dari keluarga, contohnya:

1.    Lingkungan rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian,ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan, dan sibuk urusannya masing-masing.
2.     Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising, dan lingkungan minuman keras.

C.    Bentuk-bentuk disiplin kelas

a.        Kelakuan adalah perbuatan / tingkah laku seseorang dalam kehidupannya
Misal : Perkelahian, Merokok, Meninggalkan kelas/ sekolah, dan lain-lain. 

b.        Kerajinan adalah suka dan giat serta selalu berusaha melakukan sesuatu..
Misal : Presensi, Tepat Waktu, Upacara, Mengerjakan PR, dan lain-lain.

c.        Kerapian adalah baik, teratur, semua serba siap dan sedia.
Misal : Seragam, Kelengkapan Sekolah, Cara Berpakaian,dan lain-lain.

        Disiplin itu lahir, tumbuh danberkembang dari sikap seseorang di dalam sistem nilai budaya yang telah ada di dalam masyarakat. Terdapat unsur pokok yang membentuk disiplin yakni sikap yang telah ada pada diri manusia dan sistem nilai budaya yang ada di dalam masyarakat. Sikap/attitude tadi merupakan unsur yang hidup didalam jiwa manusia yang harus mampu bereaksi terhadap lingkungannya, dapat berupa tingkah laku / pemikiran. Sedangkan sistem budaya nilai (cultural value system) merupakan bagian dari budaya yang berfungsi sebagai pedoman bagi kelakuan manusia.

1.            Sikap mental (mental attitude) yang merupakan sikap taat dan tertib sebagaihasil/ pengembangan dari latihan, pengendalian pikiran dan pengendalian watak.
2.            Pemahaman yang baik mengenai sistem aturan perilaku, norma, etika dan standar yang sedemikian rupa sehingga pemahaman tersebut menumbuhkan pengertian yang mendalam bahwa ketaatan akan aturan tadi merupakan syarat mutlak mencapai sukses.
3.             Sikap kelakuan yang wajar menunjukkan kesungguhan hati untuk mentaati segala hal secara cermat dan tertib.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar