MATERI KELOMPOK 4
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
KELAS
A.
PENGERTIAN PRINSIP
MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas merupakan usaha guru
untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan
kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas,
memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul
dikelas.
a)
Prinsip Dasar Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas mengandung
pengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan
kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif.
Sedangkan prinsip dasar pengelolaan
kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar berfikir
atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara
kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi
gangguan dalam proses pembelajaran.
Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap
anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang
efektif. Sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah:
1.
Setiap anak harus bekerja, tidak
macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena
tidak
tahu akan tugas yang harus diselesaikan atau tidak dapat melakukan tujuan yang
diberikan kepadanya.
2.
Setiap anak terus melakukan
pekerjaaan tanpa membuang waktu, artinya setiap
anak
bekerja secepatnya agar cepat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
Pengelolaan kelas sangat dibutuhkan untuk kelangsungan belajar mengajar yang
optimal dan menghindari terjadinya gangguan dalam pengelolaan kelas. Jadi,
berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah
keterampilan guru menciptakan dan memilihara kondisi belajar yang optimal.
Sedangkan prinsip dari pengelolaan kelas yaitu cara atau pegagangan yang harus
dimiliki guru dalam menciptakan suasana belajar dan mengembalikan suasana
belajar apabila ada gangguan.
b)
Macam-Macam Prinsip Dalam Manajemen Kelas Prinsip-prinsip
pengelolaan
kelas
adalah sebagai berikut :
1.
Hangat dan antusias Hangat dan
antusias merupakan salah satu peinsip yang
diperlukan
dalam proses belajar dan mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik
selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil
dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas..
2.
Tantangan Penggunaan kata-kata,
tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang
menantang
akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan
munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3.
Bervariasi Penggunaan alat atau
media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara
guru
dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian
siswa. Penggunaan media dapat membuat pelajaran menjadi menarik, menghilangkan
kejenuhana dan membantu siswa dan keterampilan. Kevariasian ini merupakan kunci
untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari
kejenuhan.
4.
Keluwesan Keluwesan tingkah laku
guru untuk mengubah strategi mengajarnya
dapat
mecegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar
mengajar yang efektif. Sikap dan tingkah laku, menonton dalam mengajar dapat
menciptakan suasana belajar kondusif dan menarik, sehingga anak didik akan
focus dan kosentrasi dalam belajar.
5.
Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik
guru
harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian
pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan
yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yangpositif dari pada mengomeli
tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian
penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang
dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
6.
Penanaman disiplin diri Tujuan akhir
dari pengelolaan kelas adalah anak didik
dapat
mengembangkan disiplin diri sendiri. Untuk itu seorang guru dapat mendorong
anak didik untuk dapat melaksanakan disiplin. Dan guru hendaknya menjadi
teladan mengendalaikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus
disiplin dalam segala hal bila ingin ana didiknya ikut berdisiplin dalam segala
hal.
7.
Stabilitas emosi yang stabil guru
harus bisa menjaga emosi nya dan sabar dalam
melatih
perseta didik.
8.
Optiisme dan percaya diri diharapkan
guru punya rasa kepercayaan diri yang kuat
dalam
mengajar. 9. Kesederhanaan ( penampilan dan pakaian).
9.
Adil seorang guru harus menyamakan
peserta didik tanpa bembedakan gender nya
yang
kaya maupun siswa yang miskin, yang pintar mapun yang bodoh, adil dalam
memberikan nilai.
10.
Humoris seorang guru harus bisa
membawa suasana belajar yang santai tidak
kaku,
kadang-kadang ada suatu cerita yang membuat anak didik tertawa. Jadi dapat
penulis simpulkan bahwa dalam pengelolaan kelas guru harus bisa menjalankan
prinsip yang terdapat diatas agar tujuan dari manajemen kelas dapat terlaksana
dengan baik.
c)
Strategi untuk Mengimplementasikan Prinsip-prinsip Manajemen
kelas dalam Pembelajaran.
Strategi
pengelolaan kelas adalah pola atau siasat yang menggambarkan langkah-langkah
yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar
tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenagkan
dengan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Prinsip-prinsip
pengelolaan kelas di atas dapat diimplikasikan guru dalam proses belajar
mengajar dengan cara-cara sebagai berikut:
1.
Keteladanan Keteladanan merupakan
pemberian contoh dari seseorang pada orang
lain.
Seorang guru dalam mengadakan pendekatan kepada anak didiknya dapat dilakukan
dengan memberikan keteladanan kepada anak didiknya dengan sikap dan tingkah
laku yang baik. Dengan sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh guru pada
anak didiknya akan menimbulkan semangat bagi anak didik dalam
pembelajaran.
2.
Pembiasaan Pembiasaan adalah
menerapkan sesuatu secara kontiniu agar menjadi
sebuah
kebiasaan.
3.
Melalui cerita atau contoh
Pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh anak
didik
ketika seorang guru dapat menerangkan pelajaran dengan memberikan contoh yang
sesuai dengan materi pelajaran. Jadi guru diharapkan mampu membawa peserta
didik mengikuti jalan cerita dengan berusaha membuat peserta didik memiliki
pandangan yang rasional terhadap sesuatu.
4.
Terapan melaui kurikulum Dalam
menerapkan kurikulum pada setiap mata
pelajaran
dapat diterapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas.
B.
PERMASALAHAN DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS
a.
Masalah Perorangan Masalah perorangan
muncul karena dalam individu ada
kebutuhan ingin diterima kelompok dan
ingin mencapai harga diri. Apabila kebutuhan itu tidak dapat lagi melalui cara
lazim yang dapat diterima masyarakat, maka individu yang bersangkutan dakan
berusaha mencapainya dengan cara lain. Dengan perkataan lain individu akan
berbuat tidak baik.
Dalam konteks ini (Dreikurs dan Casse dalam T.
Raka Joni, 1989) dikutip dari (Mulyadi, 2009:12) membedakan empat kelompok
masalah manajemen kelas yang bersifatindividual,yaitu:
1)
Attention-getting behaviors, yaitu
tingkah laku menarik perhatian orang lain.
2) Power-seeking behaviors, yaitu tingkah laku mencari kekuasaan.
3) Revenge-seeking behaviors, yaitu tingkah laku menuntut balas.
4) Perangkat ketidakmampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.
2) Power-seeking behaviors, yaitu tingkah laku mencari kekuasaan.
3) Revenge-seeking behaviors, yaitu tingkah laku menuntut balas.
4) Perangkat ketidakmampuan, yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.
b.
Masalah Kelompok Louis VJohnson dan
Mary A. Bany (dalam T.Raka Joni, 1989)
dikutip
dari (Mulyadi, 2009:15-16) mengemukakan tujuh kategori masalah kelompok dalam
manajemen kelas. masalah-masalah yang dimaksud adalah :
1) Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkat sosial ekonomi,dan sebagainya.
2)
Penyebalan terhadap norma-norma tingkah laku yang disepakati sebelumnya,
misalnya sengaja berbicara keras-keras diruang baca perpustakaan.
3) Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya, misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara, menyanyi dengan suara sumbang.
4) Membimbing anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pembinaansemangatkepadabadutkelas.
5) Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah dikerjakan.
6) Semangat kerja rendah atau melakukan semacam aksi protes kepada guru karena menganggap yang diberikan kurang fair.
7) Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, seperti gangguan jadwal, guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain dan sebagainya.